Logo
SMK MA'ARIF NU MANTUP
PENGUMUMAN
HEBAT (Kompeten & Berdaya Saing) ✦ BERMARTABAT (Berkarakter & Berakhlakul Karimah) ✦ BERKAH (Bermanfaat & Diridai Allah SWT) — Mewujudkan Generasi yang Unggul, Berprestasi, Berbudaya, dan Berakhlakul Karimah.
00:00:00 WIB
Kembali ke Daftar Berita
Membingkai Pagi dengan Syukur dan Kualitas Diri dengan Pembiasaan
23 July 2026
121 Dilihat

Membingkai Pagi dengan Syukur dan Kualitas Diri dengan Pembiasaan

SMK Ma’arif NU Mnatup --Oleh: Ach. Nurhadi, S.Ag

Pagi ini, udara masih segar. Cahaya mentari pagi baru saja menyapa bumi, dan alhamdulillah, kalian telah mengawali hari ini dengan sebuah langkah yang luar biasa: mengambil air wudhu, bersujud, dan melaksanakan Shalat Dhuha berjamaah.

Kegiatan pembiasaan ini bukan sekadar aturan sekolah, bukan sekadar menggugurkan absensi. Ini adalah sarana kita melakukan login ke "server" pusat kehidupan kita, yaitu Allah SWT, agar seluruh aktivitas belajar kalian hari ini tidak mengalami error atau kendala yang berarti.

Setelah kita shalat dan berdoa panjang lebar, ada satu doa pendek yang sangat istimewa. Sebuah doa yang langsung diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada sahabat Mu'adz bin Jabal agar tidak pernah ditinggalkan di setiap akhir shalat. Mari kita resapi maknanya:

اَللّٰهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik.

"Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu berdzikir (mengingat)-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kepada-Mu."

Melalui doa ini, kita diajarkan tiga prinsip utama yang harus kalian bawa, baik saat duduk di kelas, saat praktik di laboratorium, maupun kelak saat terjun ke dunia kerja:

1. Kesadaran untuk Mengingat-Nya ('Ala Dzikrika)

Kata pertama dari doa ini adalah pengakuan bahwa kita itu lemah. Allahumma a'inni, "Ya Allah tolonglah aku". Sehebat apa pun kecerdasan kita, tanpa pertolongan Allah, kita bukan siapa-siapa.

Oleh karena itu, kita meminta tolong agar selalu bisa berdzikir. Dzikirnya seorang pelajar bukan hanya dengan memutar tasbih, tetapi dengan menghadirkan nama Allah di setiap aktivitas. Saat kalian sedang mengetik deretan kode program komputer, saat kalian sedang menyusun konfigurasi alamat IP jaringan, atau saat merangkai topologi fiber optic, ingatlah bahwa ilmu yang kalian pelajari adalah titipan dari Allah untuk memudahkan kehidupan manusia. Itulah dzikir yang sejati.

2. Membiasakan Diri Bersyukur (Wa Syukrika)

Sering kali kita mengeluh: tugas sekolah banyak, materi praktik sulit, atau uang saku kurang. Namun kita lupa bersyukur bahwa pagi ini mata kita masih bisa melihat, tubuh kita sehat, dan kita masih diberi kesempatan untuk bersekolah.

Meminta kepada Allah agar dibantu untuk bersyukur adalah hal yang penting. Buktikan rasa syukur itu dengan sungguh-sungguh menuntut ilmu. Jangan kecewakan orang tua kalian yang telah memeras keringat agar kalian bisa memakai seragam yang rapi ini. Syukur terbaik seorang siswa adalah menghargai waktu belajar dan menjauhi kemalasan.

3. Memperbagus Kualitas Ibadah dan Kerja (Wa Husni 'Ibadatik)

Perhatikan kata-kata ini: Husni 'Ibadatik (memperbagus ibadah). Rasulullah tidak mengajarkan kita berdoa untuk sekadar memperbanyak ibadah, tetapi memperbagus atau meningkatkan kualitasnya.

Hal ini mengajarkan kita tentang kualitas dan profesionalisme. Sama seperti saat kalian membuat sebuah aplikasi atau menyusun jaringan; jika logikanya berantakan dan asal jadi, pasti sistemnya akan gagal atau error. Begitu juga dengan ibadah dan belajar. Jangan biasakan mengerjakan sesuatu secara asal-asalan. Rapatkan barisan saat shalat, hadirkan hati yang khusyuk, kerjakan tugas sekolah dengan rapi, dan jujurlah saat ujian. Lakukan segalanya dengan kualitas terbaik, atau yang dalam Islam disebut Ihsan.

Jadikan pembiasaan Shalat Dhuha pagi ini sebagai pijakan awal kalian menjemput keberkahan. Mulai hari ini, rutinkan membaca doa ini setiap selesai shalat: Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan pertolongan kepada kita semua, menjadikan ilmu yang kalian pelajari berkah, dan kelak menjadikan kalian generasi yang sukses dunia dan akhirat, yang tak hanya tajam akalnya, tapi juga bersih hatinya.

 

Selamat melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Mari kita niatkan hari ini untuk ibadah.


Bagikan info: WhatsApp Facebook

Komentar (0)

Belum ada komentar pada berita ini. Jadi yang pertama memberikan komentar!